Moral dan Karakter dalam Socrates

Main Article Content

Siti Zahra Anisa
Orindianisa Hanifa Runandanatadila
Putri Deborah Lekahena
Mohammad Alvi Pratama

Abstract

FiIsafat adaIah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar tentang sesuatu yang dicita-citakan. Terdapat tiga ahli filsafat besar dari Yunani, salah satunya yaitu Socrates. Socrates memiliki peran penting bagi pemikiran barat mengenai metode elenchos yang digunakan untuk menguji konsep moral. Oleh karena itu, Socrates dikenal sebagai bapak serta sumber etika atau filsafat moral sekaligus filsafat secara umum. Ia dilahirkan di Athena pada tahun 470 SM. Namun ia tidak pernah mengaku mempunyai kearifan dan kebijaksanaan, ia hanya mengaku sebagai penggemar kearifan atau amatir kebijaksanaan, bukan profesional seperti Kaum Sofis. Naskah ini menggunakan metode penulisan penelitian kualitatif dengan pendekatan filosofis-historis. Hasil naskah dari penelitian ini berasal dari data dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan dan perilaku dari orang-orang yang diamati serta hal-hal lain yang terkait dengan masalah yang diteliti. Socrates tidak meninggalkan karya tulis apapun. Namun dalam melakukan penemuannya, Socrates menggunakan metode dialektika atau dialog yang kemudian dialog tersebut direkam oleh muridnya, Plato. Socrates memiliki punya konsep menarik tentang moral dan karakter. Ia memandang pembentukan karakter yang baik sebagai tujuan utama pendidikan. Hal ini masih relevan hingga kini dan bisa membantu manusia dalam menghadapi dilema moral di jaman modern.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Siti Zahra Anisa, Orindianisa, O., Putri Deborah Lekahena, & Mohammad Alvi Pratama. (2024). Moral dan Karakter dalam Socrates. Praxis: Jurnal Filsafat Terapan, 1(02). Retrieved from http://journal.forikami.com/index.php/praxis/article/view/655
Section
Articles

References

Abidin, Z. (2011). Pengantar Filsafat Barat. Rajawali Press.

Bakir, H. (2009). Filsafat Hukum - Desain dan Arsitektur Kesejarahan. PT Refika Aditama.

Conor, P. (2023). The Socratic Method: Fostering Critical Thinking.

Fahriansyah. (2014). Antisofisme Socrates. Al ’Ulum, 61(3), 24–29.

Hadiwijono, H. (1980). Sari Sejarah Filsafat Barat 1. Yayasan Kanisius.

Janah, N. M., Damayanti, P. S., & Ahmad, A. A. (t.t.). Etika Menurut Socrates, Plato, Aristoteles.

Noor, H. (1997). Sejarah Filsafat. Citra Mentari Group.

Philips, C. (2002). SOCRATES CAFÉ Citarasa Baru Filsafat. PT Gramedia Pustaka Utama.

Schuster, S. A., & Russell, B. (1945). A HISTORY OF WESTERN PHILOSOPHY And Its Connection with Political and Social Circumstances from the Earliest Times to the Present Day. American Book Stratford Press.

Westacott, E. (2019). Understanding Socratic Ignorance Knowing That You Know Nothing. ThoughtCo.

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>