Perspektif Tokoh Agama Tentang Teknologi Rekayasa Genetika Pada Manusia

Main Article Content

Ratna Rusmiyati
Theresia Chelsea Kumanireng
Kayla Aozzora Falihah
Rifamutia Widyaningtyas
Azriela Michele Mooy

Abstract

Abstrak


Di zaman yang modern dan berkembang ini, teknologi sudah terang-terangan mengubah pemikiran dan penglihatan manusia, khususnya pandangan komunitas agama terhadap rekayasa genetika. Dalam hal ini rekayasa genetika telah menciptakan sebuah proses untuk membentuk sebuah individu baru tanpa dibuahi langsung oleh sperma. Teknologi ini dipandang oleh tokoh agama sebagai hal yang sangat penting dan memberikan banyak manfaat bagi manusia, sementara lainnya melihat sebagai sebuah hal yang berbahaya dan harus dilarang. Namun, menurut sebagian besar agama yang tersebar, rekayasa genetika sangat bertentangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa perspektif tokoh agama mengenai rekayasa genetika yang terjadi pada masa modern saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar agama yang tersebar meliputi (Islam, Kristen, Katolik, Buddha, dan Hindu) rekayasa genetika sangat bertentangan karena rekayasa genetika menggunakan kehidupan manusia baru, dianggap sebagai tindakan memanipulasi gen manusia atas ciptaan Tuhan, dan manusia adalah makhluk yang paling sempurna jika dibandingkan dengan ciptaan Tuhan yang lain. Dengan hasil yang didapatkan bisa diketahui bahwa tindakan rekayasa genetika masih sangat tabu di mata para tokoh agama, selain karena prosesnya dianggap menyimpang dari ajaran-ajaran agama yang ada, rekayasa genetika juga sangat berbahaya bagi umat manusia. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwasanya sebagian besar tokoh agama menentang adanya rekayasa genetika yang dilakukan terhadap manusia.


 


Abstract


In this modern and developing era, technology has blatantly changed human thinking and vision, especially the views of the religious community towards genetic engineering. In this case, genetic engineering has created a process to form a new individual without being fertilized directly by sperm. This technology is seen by religious leaders as very important and provides many benefits for humans, while others see it as a dangerous thing that must be banned. However, according to most of the world's religions, genetic engineering is strictly forbidden. This study aims to analyze several perspectives of religious leaders regarding genetic engineering that occurs in modern times. This research uses qualitative and case study methods. The results of the study show that in most of the spread religions (Islam, Christianity, Catholicism, Buddhism, and Hinduism), genetic engineering is very contradictory because it uses new human life and is considered an act of manipulating human genes over God's creation, and humans are the most perfect when compared to the rest of God's creation. With the results obtained, it can be seen that the act of genetic engineering is still very taboo in the eyes of religious leaders. Apart from the fact that the process is considered to deviate from existing religious teachings, genetic engineering is also very dangerous for mankind. Based on the results of this study, it can be concluded that most religious leaders oppose genetic engineering being carried out on humans.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
1.
Rusmiyati R, Theresia Chelsea Kumanireng, Kayla Aozzora Falihah, Rifamutia Widyaningtyas, Azriela Michele Mooy. Perspektif Tokoh Agama Tentang Teknologi Rekayasa Genetika Pada Manusia. MODERASI [Internet]. 2023 Jun. 15 [cited 2024 Jul. 25];1(01). Available from: http://journal.forikami.com/index.php/moderasi/article/view/223
Section
Articles

References

Al-Munawar, S. A. H. (1996). Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta rekayasa teknik genetika dalam perspektif islam.

Angga, G. (2023, May 20). Kloning: Jenis, Proses, Definisi, Kloning Pada Manusia dan Cara Melakukan Eugenika. MateriBelajar.Co.Id.

Bangun, Y. (n.d.). Kloning manusia dalam perspektif iman kristen.

Gravetter, F. J., & Forzano, L. B. (n.d.). Frederick J. Gravetter - Research Methods for the Behavioral Sciences (2018, Cengage Learning).

Hadiwardoyo, P. (n.d.). Rekayasa genetis dalam penalaran teologi moral katolik.

Mahrus. (2014). Kontroversi produk rekayasa genetika yang dikonsumsi masyarakat. Jurnal Biologi Tropis. https://doi.org/10.29303/jbt.v14i2.138

Muktapa, M. I. (2021). Implikasi filsafat ilmu dan etika keilmuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan modern. 3.

Rahmayumita, R. (2022). Rekayasa Genetika Ditinjau dari Segi Etika dan Moral dalam Kajian Human Cloning. Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 14(2), 52–56. https://doi.org/10.30599/jti.v14i2.1599

Sarkar, B. K. (22 C.E.). Cloning and Its Ethical Queries. Journal of Positive School Psychology, 8–17.

Sihotang, S., Prasetyo, D., Noer, Z., Setiyabudi, L., Sari, D. N., Munaeni, W., Putri, D. F., Fatma, Y. S., Mujtahidah, T., Sulthoniyah, S., & Rohmah, M. K. (2022). Pengantar Bioteknologi. Tohar Media.

Yona, S. (n.d.). Penyusunan studi kasus.