"Menyelesaikan Paradoks Kepentingan: Peran Kode Etik dalam Menyeimbangkan Kebutuhan Individu Siswa dengan Tuntutan Institusi di SLB
Main Article Content
Abstract
Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) menghadapi dilema etis yang kompleks akibat ketegangan antara kebutuhan individual siswa berkebutuhan khusus dan tuntutan institusional yang bersifat administratif serta birokratis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Kode Etik Guru Indonesia dalam membantu guru SLB menyeimbangkan paradoks kepentingan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran dengan analisis kualitatif deskriptif melalui studi dokumentasi kebijakan dan wawancara mendalam dengan guru SLB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kode etik berfungsi sebagai kompas moral, namun belum sepenuhnya mampu menjawab dilema etis mikro yang muncul dalam praktik pendidikan khusus. Konsistensi etika profesional guru dipengaruhi oleh faktor internal seperti kepribadian dan resiliensi emosional, serta faktor eksternal berupa kesejahteraan, beban kerja, dan dukungan institusional. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kode etik yang lebih kontekstual dan dukungan sistemik agar guru SLB dapat menjalankan profesinya secara berintegritas dan berorientasi pada kepentingan terbaik siswa.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Bon, S. C., & Bigbee, A. J. (2011). Special Education Leadership: Integrating Professional and Personal Codes of Ethics to Serve the Best Interests of the Child. Journal of Special Education Leadership., 1-15.
Budiyanto, B. (2017). Pengantar Pendidikan Inklusif Berbasis Budaya Lokal. Jakarta: Prenadamedia Group.
Eunike, S., & Marbun, R. C. (2025). Pengambilan Keputusan Etis dalam Bidang Pendidikan. Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora., 1-12.
Freedman, M. K. (2012). Special Education: Its Ethical Dilemmas, Entitlement Status, and Suggested Systemic Reforms. The University of Chicago Law Review, 1-24.
Hallahan, D. P., Kauffman, J. M., & Pullen, P. C. (2015). Exceptional Learners: An Introduction to Special Education (13th ed.). Boston: Pearson.
Heward, W. L. (2013). Exceptional Children: An Introduction to Special Education (10th ed.). Upper Saddle River: Pearson.
Ilahi, M. T. (2013). Pendidikan Inklusif: Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Juliyanti, N., & Putri, R. (2024). Dampak Etika Profesional dan Kepribadian Guru terhadap Perkembangan Siswa di Sekolah. VENN: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences., 1-10.
Mangunsong, F. (2014). Psikologi dan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (Jilid 2). Padang: UNP Press.
Marlina, M. (2020). Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Inklusif. Padang: Afifa Media.
Mayya, Sa'ud, U. S., & Meirawan, D. (2019). Analisis Implementasi Kebijakan Pendidikan Inklusi pada Sekolah Dasar. Jurnal Administrasi Pendidikan (UPI), 108-117.
Öztürk, H., Şahin, V., Vuran, S., & Gürses, İ. (2024). Professional Ethic Dilemma Solving Styles of Teachers in Special Education. Education and Science., 105-132.
Paul, J. L., French, P., & Cranston-Gingras, A. (2001). Ethics and Special Education. Focus on Exceptional Children., 1-16.
Paul, J. L., Lavely, C., Cranston-Gingras, A., & Taylor, E. L. (2013). The Foundation of Special Education. Thousand Oaks: SAGE Publications.
Pratiwi, J. C. (2015). Sekolah Inklusi untuk Anak Berkebutuhan Khusus: Tanggapan Terhadap Tantangan Kedepannya. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan (UNS)., 237-242.
Radianti, Ramadhan, I., Amal, A. I., & Nasution, A. F. (2024). Kode Etik Profesi Guru di Era Globalisasi: Menghadapi Tantangan dan Peluang. Ability: Journal of Education and Social Analysis., 1-9.
Santrock, J. W. (2011). Educational Psychology (5th ed.). New York: McGraw-Hill.
Skaalvik, E. M., & Skaalvik, S. (2015). Job Satisfaction, Stress and Coping Strategies in the Teaching Profession-What Do Teachers Say? International Education Studies, 181-192.
Solichin, M. (2015). Implementasi Kebijakan Pendidikan dan Peran Birokrasi. Religi: Jurnal Studi Islam, 148-178.
Sunardi, S., & Sunaryo, S. (2007). Manajemen Pendidikan Luar Biasa. Jakarta: Dpartemen Pendidikan Nasional.
Tarsidi, D. (2012). Disabilitas dan Pendidikan Inklusif pada Jenjang Pendidikan Tinggi. JASSI Anakku, 144-151.
Turnbull, A. P., & Turnbull, H. R. (2002). From The Old to The New Paradigm of Disability and Families: Research to Enhance Family Quality of Life Outcomes. Dalam J. L. Paul, Rethinking Professional Issues in Special Education. (hal. Ablex Publishing).
Wahyudin, D., Rusman, & Rahmawati, Y. (2017). Penguatan Life Skills dalam Implementasi Kurikulum 2013 pada SMA di Jawa Barat. MIMBAR PENDIDIKAN., 65-80.
Wardhani, D. T. (2012). Burnout di Kalangan Guru Pendidikan Luar Biasa di Kota Bandung. Jurnal Psikologi Undip, 73-82.
Yunita, E. I., Suneki, S., & Wakhyudin, H. (2019). Manajemen Pendidikan Inklusi dalam Proses Pembelajaran dan Penanganan Guru Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus. International Journal of Elementary Education., 267-274.
Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.